Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 13, 2022

Haul Akbar ke-17 Abah guru sekumpul di desa Jingah bujur kecamatan Haur gading Amuntai HSU

 https://youtu.be/20R5Sd4Wyd4

Haul Akbar Abah guru sekumpul yan ke 17 di kecamatan Haur gading desa jl Ngah bujur,kota Amuntai,

 Bismillahirrahmanirrahim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu,, Kami warga kota Amuntai mengucapkan terimakasih,kepada seluruh jamaah Abah guru sekumpul, Yang sudah berhadir di Haulan ke 17 Abah guru sekumpul,,,, Taklupa kami mohon jika ada pelayanan kami yang tidak maksimal,,, Mudahan Vidio ini menjadi kenangan dan barakah kita jama'ah ABAH GURU SEKUMPUL.... https://youtu.be/Y56ZbVJdICQ

LAGENDA DATU BANUA LIMA

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim Assalamualaikum Datu Banua lima , adalah datu yang berasal dari beberapa Banua di Kalimantan , dan mereka berjuang melawan penjajah dan menyebarkan Islam,, kini cerita sejarah ini sudah mulai di anggap MITOS ....oleh banyak orang di era moderenisasi ini https://youtu.be/6Q9PHU84DFo

Muhibbin Abah guru Bakhiet

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim Assalamualaikum Petuang leluhur padatuan,orang Tuha bahari , Apabila khatam 3 surah ,Yasin, tabarak/muluk,,wakiah,, didalam kubur laksana pengantin,, Dan dalam Vidio ini keutamaan suratul tabarak yang secara rinci di Tausiyah Abah guru Bakhiet,,,  Mudahan penuh keberkahan hagan Pian sabarataan amin ya Allah yarabbal alamin.... Klik tulang dan untuk ke Vidio 👇👇 https://youtu.be/BrcIQeyftPI

Datu Pujung, lagenda sejarah

Gambar
https://youtu.be/e3D6V7z5ryc Legenda Datu Pujung Pada zaman dahulu, di daerah Kuin pernah berdiri sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Banjar, yang diperintah oleh Sultan Suriansyah-Sultan Kerajaan Banjar I (1520 – 1550 M.). Konon, pada masa pemerintahaannya, Sultan Suriansyah pernah mendapat ancaman bahaya dari luar. Sebuah kapal asing yang tidak diundang berlabuh di Muara Sungai Kuin. Sikap angkuh para anak buah kapal itu menunjukkan bahwa kedatangan mereka tampaknya mempunyai maksud yang tidak baik. Hal ini diketahui oleh Sultan Suriansyah, yang segera mengumpulkan seluruh punggawa kerajaan untuk mengadakan musyawarah. Dalam musyawarah itu, seorang peserta musyawarah mengusulkan, bahwa untuk menghadang kapal para tamu yang tidak diundang itu, mereka harus membuat barikade dengan menanam pohon-pohon yang besar di dasar sungai. Namun, karena waktunya sangat mendesak, tidak satu pun punggawa kerajaan yang hadir dalam musyawarah mampu melakukan hal itu. Hanya orang sakt...